6 Upacara Ini Wajib dilaksanakan dalam Resepsi Pernikahan Adat Jawa

05 Aug 2019 | By Wedding Market | 1278
6 Upacara Ini Wajib dilaksanakan dalam Resepsi Pernikahan Adat Jawa
6 Upacara Ini Wajib dilaksanakan dalam Resepsi Pernikahan Adat Jawa (foto: IDN Times)

Bagi kamu yang ingin menggelar resepsi pernikahan adat Jawa mungkin merasa bingung dengan rangkaian prosesi adat yang cukup banyak dan ribet. Bagi kamu yang lahir di Jawa dan memiliki keluarga berdarah Jawa biasanya dituntut menggunakan adat budaya Jawa selama rangkaian susunan acara pernikahan, mulai dari lamaran, tunangan, akad nikah, hingga resepsi. Tak heran jika banyak pasangan pengantin yang menggelar acara pernikahan selama lebih dari sehari atau bahkan seminggu. Ada yang menambahkan acara hiburan berupa wayang golek, pesta musik keroncong, dan sebagainya.

Beberapa hari sebelum upacara pernikahan, kamu dan pasangan pasti sudah dihadapkan dengan serangkaian upacara sakral seperti siraman, ngerik, midodareni, dan peningsetan. Tiba saatnya melakukan upacara tertentu yang dilakukan saat resepsi pernikahan. Untuk resepsi pernikahannya saja, banyak sekali rangkaian acara yang harus dilakukan. 

Di dalamnya pasti akan ada yang namanya tarub (dekorasi tumbuhan), kembar mayang, dan sesajen (persembahan berupa makanan). Namun, tahukah kamu bahwa ada hal-hal yang wajib ada dalam resepsi pernikahan adat Jawa yang sekaligus merupakan inti dari acara resepsi?  Berikut kami jabarkan segalanya untuk kamu beserta makna yang dikandung di dalamnya.

  1. Upacara Ijab Kabul

Ijab kabul adalah hal pertama yang wajib ada dalam resepsi pernikahan adat Jawa. Hal ini dikarenakan prosesi ijab kabul merupakan syarat sah pernikahan yang menghadirkan pihak penghulu dari KUA. Para tamu undangan berhak tahu saat-saat berlangsungnya momen dimana kamu dan pasangan telah menjadi suami istri  yang sah di mata hukum dan agama. Ijab kabul disini meliputi ucapan janji kesepakatan antara pihak pria dengan pihak penghulu untuk menjadikan sang wanita sebagai istrinya, dengan menyebutkan jenis mahar pernikahan yang dipakai. Setelah itu, pihak penghulu akan meminta persetujuan dari para saksi, yakni tamu undangan, untuk mengesahkan kedua pasangan pengantin sebagai suami istri. Biasanya setelah para saksi mengatakan sah, sang mempelai wanita mencium tangan pria, dan mempelai pria mencium kening sang wanita.

Ungkapan umum yang biasa digunakan adalah “Saya terima nikahnya (sebutkan nama mempelai wanita) binti (sebutkan nama Ayah dari mempelai wanita) dengan mas kawin (sebutkan mahar pernikahan yang digunakan) dibayar hutang/tunai. Meskipun resepsi pernikahan menggunakan adat Jawa, prosesi ijab kabul tidak harus diucapkan dengan bahasa Jawa kromo, bisa juga dengan bahasa indonesia atau bahasa arab. Untuk penggunaan bahasa, kamu bisa mendiskusikannya dengan keluarga pasangan untuk memilih bahasa apa yang sebaiknya nanti akan digunakan.

Penggunaan bahasa akan sangat mempengaruhi mempelai pria untuk mengerti arti dari kalimat yang dia ucapkan. Kalimat ijab kabul yang sakral ini dinilai sangat penting karena memiliki makna yang sangat dalam. Ketika pria mengucapkan kalimat ini, segala hal yang dilakukan sang wanita yang awalnya menjadi tanggung Jawab sang Ayah,  secara otomatis berpindah ke tangan pria. Tidak hanya itu saja, sang pria wajib menafkahi secara jasmani, membimbing agama, menjaga keselamatan dan kebahagiaan wanita yang telah menjadi istrinya. Banyak sekali pria yang mengucapkan kalimat ini dengan suara gemetar atau bahkan terisak-isak karena saking menghayati makna yang terkandung dibalik kalimat ini.

Ketika kamu ingin melaksanakan ijab kabul atau akad nikah, maka pastikan Al-Quran, mahar pernikahan, penghulu, pasangan, dan seluruh keluarga inti telah dipersiapkan dan sudah hadir di ruangan akad nikah. Dalam resepsi pernikahan adat Jawa, daerah yang dilaksanakan upacara ijab terdapat Sanggan atau Sajen di sekitarnya. Kami sarankan pasangan pengantin datang lebih dahulu barulah menjemput penghulu. Jangan sampai penghulu datang lebih dulu dan membuat dia harus menunggu pengantin cukup lama. Setelah ijab kabul diucapkan dan dinyatakan sah oleh pihak penghulu, biasanya pasangan pengantin akan dikalungkan bunga melati sebagai simbol ucapan selamat.

  1. Upacara Panggih

Dalam acara resepsi pernikahan adat Jawa, wajib pula diadakan upacara panggih di dalamnya. Upacara ini adalah momen dimana mempelai wanita dan mempelai pria dipertemukan, dengan dekorasi tanaman tarub di sekelilingnya. Mempelai pria diantarkan oleh keluarga dekat (bukan orang tua) untuk mendatangi ke rumah pihak keluarga wanita dan berhenti di pintu gerbang.

Sementara itu, mempelai wanita berjalan dari kamar pengantin dan diantar oleh 6 orang, yaitu 2 orang wanita yang dituakan (di samping kanan dan kiri pengantin), kedua orang tua (di belakang pengantin) dan 2  wanita yang disebut patah (di depan pengantin). Kedua patah tersebut masing-masing membawa kembar mayang, yaitu karangan dari daun kelapa yang ada di dalam batang pohon pisang setinggi 1 meter. Kembar mayang tersebut melambangkan tameng/benteng agar tidak diganggu setan selama upacara berlangsung.

Pada resepsi pernikahan adat Jawa, upacara panggih terdiri dari 9 rangkaian acara, yang meliputi liron kembang mayang (saling tukar kembang mayang), gantal/lempar sirih, injak telur, minum air buah kelapa, masuk ke pasangan, sindur (menyampirkan kain sindur berwarna merah ke pundak pasangan pengantin), timbangan (kedua mempelai duduk di pangkuan ayah dari pihak keluarga wanita), kacar-kucur (pria mengucurkan uang receh kepada wanita), dan dulangan (kedua pasangan saling menyuapi makanan).

Baca: 10 Ide Foto Prewedding Casual yang Effortless dan Anti Ribet

  1. Upacara Bubak Kawah

Hal berikutnya yang wajib dilaksanakan dalam  resepsi pernikahan adat Jawa adalah upacara bubak kawah. Dalam bahasa Jawa, bubak artinya membuka, dan kawah artinya air yang keluar sebelum bayi lahir (semacam ketuban). Secara keseluruhan, bubak kawah artinya membuka jalan orang tua untuk bermenantu pertama kali. Disini nantinya akan ada pemimpin upacara bubak kawah yang menjelaskan kronologis kehidupan dan pertumbuhan manusia dari sejak ia kecil yang belum menjadi apa-apa hingga tumbuh dewasa.

Lalu setelah itu akan ada sesi pembagian bubak kawah yang dibawa dengan tandu, meliputi harta benda seperti uang, beras, peralatan dapur, dan barang keperluan sehari-hari. Bubak kawah ini akan dibagikan kepada para tamu undangan yang nantinya akan diperebutkan, sehingga kamu dan pasangan perlu menyiapkan keamanan agar tidak terjadi kerusuhan. Budaya Jawa dinilai sangat menjunjung tinggi interaksi sosial dan persaudaraan antar masyarakatnya, sehingga prosesi ini dinilai cukup penting.

Tidak semua keluarga dapat melakukan bubak kawah, karena menurut tata cara adat Jawa, upacara ini ditujukan khusus untuk keluarga yang menikahkan anaknya yang pertama kali. Tidak harus anak sulung, karena bisa jadi anak kedua atau bungsu-lah yang pertama kali menikah di keluarga. Upacara bubak kawah melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dengan cara berbagi pada sesama manusia, harapan agar diberi anak yang memiliki budi pekerti luhur, dan permintaan doa agar diberi kekuatan jasmani maupun rohani.

  1. Upacara Tumplak Punjen

Upacara tumplak punjen juga dinilai wajib dalam resepsi pernikahan adat Jawa. Upacara tumplak Punjen dalam bahasa Indonesia berarti menumpahkan beban. Menumpahkan beban disini artinya adalah kedua orang tua melepaskan semua tanggung Jawab yang diemban kepada sang anak. Punjen atau beban disini disimbolkan dengan bungkusan berisikan harta benda yang berguna yang dibagikan kepada seluruh sanak keluarga.

Prosesi ini melambangkan bahwa setiap hasil jerih payah yang didapat harus dibagi kepada keluarga terdekat sehingga terhindar dari sifat pelit. Seperti bubak kawah, tidak semua keluarga dapat melaksanakan upacara tumplak punjen. Upacara ini dilakukan khusus untuk keluarga yang telah menikahkan semua anaknya dan tidak bermenantu lagi. Berlawanan dengan bubak kawah yang ditujukan untuk anak yang menikah pertama kali, tumplak punjen ditujukan untuk anak yang menikah terakhir kali. Upacara ini berguna untuk memberi tahu kepada khalayak ramai bahwa tugas dan kewajiban orang tua sudah selesai dalam menikahkan seluruh anak-anaknya. Disini akan ada sesi dimana orang tua memberikan nasehat dan pesan kepada anaknya agar siap menjalani rumah tangga yang memiliki banyak resiko.

  1. Upacara Sungkeman

Hal terakhir yang wajib ada dalam resepsi pernikahan adat Jawa adalah sungkeman. Berdasarkan namanya, upacara sungkeman merupakan momen dimana kamu dan pasangan sungkem (meminta doa dan restu) kepada orang tua dan sesepuh. Tata cara sungkeman adalah kamu dan pasangan duduk dengan posisi jengkeng (berjongkok dengan kedua lutut menyentuh tanah), memegang tangan orang tua, dan mencium lutut orang tua.

Prosesi ini diawali oleh mempelai wanita, lalu di belakangnya diikuti oleh mempelai pria kepada keluarga pihak wanita terlebih dahulu. Upacara ini bertujuan agar kehidupan rumah tangga yang nanti akan dijalani pasangan menjadi mudah dan berkah. Sungkeman juga tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya dan ungkapan terima kasih karena telah berjuang membesarkan dengan penuh kasih sayang.

  1. Upacara Kirab

Upacara terakhir yang wajib ada dalam resepsi pernikahan adat Jawa adalah kirab. Prosesi ini berupa masuknya rombongan keluarga yang mengantarkan pengantin ke tempat pelaminan yang telah disediakan dengan diiringi musik khas daerah Jawa dan tarian tradisional. Prosesi kirab yang disebut juga sebagai iring-iringan pasangan pengantin ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para tamu undangan. Upacara Kirab dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Cucuk Lampah. Prosesi ini melambangkan harapan dan penghormatan kepada kedua pasangan agar bisa memimpin kehidupan rumah tangga dengan baik.

Nah, itu tadi 6 hal yang wajib dilaksanakan dalam resepsi pernikahan adat Jawa. Terlihat ribet namun sebenarnya sangat sarat makna. Selain hal-hal yang disebutkan, kamu dapat menambahkan acara-acara lain yang dapat menunjang kemeriahan resepsi pernikahanmu, seperti acara hiburan, pembagian doorprize untuk tamu undangan, sesi foto keluarga, dan masih banyak lagi. Bagaimana perasaanmu ketika tahu akan melaksanakan semua rangkaian acara yang memiliki makna yang sangat dalam ini? Pasti semakin bangga karena memiliki darah keturunan Jawa dan semakin cinta budaya Indonesia, bukan? Kami doakan semoga semua susunan acara di pernikahanmu berjalan dengan lancar, ya!


Artikel Terkait