Bagaimana Hukum Cincin Pernikahan? - Wedding Market

Bagaimana Hukum Cincin Pernikahan?

07 Jun 2021 | By WeddingMarket | Viewers: 120
Informasi Seputar Cincin Pernikahan yang Sayang Jika Kamu Lewatkan
Foto: Parekh Cards on Flickr

Setiap orang tentu memiliki pernikahan impiannya masing-masing. Berbagai detail pernikahan seperti acara resepsi, cincin pernikahan, souvenir pernikahan, hingga konsep pernikahan menjadi beberapa detail yang sering menarik perhatian banyak orang.

Beberapa kalangan bahkan telah memiliki rincian keinginan yang harus dipenuhi saat mempersiapkan pernikahan. Hampir setiap keinginan yang berhubungan dengan acara pernikahan biasanya dibuat karena keinginan untuk mendapatkan acara pernikahan yang sempurna.

Salah satu detail pernikahan yang sering menjadi pusat perhatian selain persiapan perhelatan pernikahan adalah cincin kawin yang dipilih. Cincin kawin sendiri dinilai menjadi salah satu detail pernikahan yang sangat penting. Ada berbagai filosofi yang mengiringi keberadaan cincin nikah ini, namun mayoritas masyarakat menganggap cincin nikah sebagai salah satu simbol ikatan antara kedua pengantin.

Banyak pasangan pengantin yang rela menghabiskan budget tinggi dan mempersiapkan cincin nikahnya dalam waktu yang lama karena menganggap cincin nikah ini sebagai sesuatu yang sangat penting. Mulai dari pemilihan bahan hingga pemilihan desain cincin sering menjadi hal yang dianggap spesial selama mempersiapkan pernikahan.

Meski bukan merupakan hal yang wajib untuk dipenuhi, namun cincin pernikahan tetap menjadi sebuah benda yang spesial hingga banyak pasangan pengantin yang mempersiapkan cincin nikahnya sebaik mungkin. Lantas sebenarnya sejak kapan kebiasaan menggunakan cincin nikah ini mulai berlaku di masyarakat? Berikut beberapa informasi mengenai sejarah hingga filosofi cincin nikah yang perlu kamu ketahui.

Sejarah Cincin Nikah

Banyak yang bertanya-tanya, siapa orang yang pertama kali menggunakan cincin nikah hingga membuatnya tenar di masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa menggunakan cincin nikah tidak termasuk dalam rukun ataupun syarat sah pernikahan, sehingga banyak yang bertanya-tanya bagaimana awal mula penggunaan cincin nikah di masyarakat.

Cincin nikah sendiri pertama kali dikenakan di zaman Neanderthal. Tentu bentuk cincin yang dipakai saat itu tidak sama dengan cincin pernikahan yang biasa digunakan saat ini. Pada zaman Neanderthal, masyarakat terbiasa menggunakan ranting pohon dan rumput sebagai perhiasan dengan melingkarkannya di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan jari tangan.

Pada zaman tersebut, kebiasaan ini diyakini bisa membuat seorang istri bisa hidup lebih lama dan memiliki jiwa yang utuh. Selain itu, perhiasan ini juga dinilai bisa menjadi salah satu simbol kesetiaan dan persahabatan antara orang-orang yang menggunakannya.

Kebiasaan zaman Neanderthal dalam menggunakan perhiasan ini kemudian diadopsi ke dalam budaya Mesir dengan menggunakan tulang, kulit hewan, rami, dan gading sebagai bahan baku perhiasannya. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Mesir mulai menggunakan logam sebagai bahan baku perhiasan hingga menginspirasi beberapa negara lain dalam memproduksi perhiasan.

Perlahan, perhiasan berupa cincin mulai digunakan masyarakat Mesir dan negara lain seperti wilayah Timur Tengah, hingga bangsa Romawi sebagai perhiasan yang melambangkan ikatan antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri. Di bangsa Romawi, seorang wanita yang menerima cincin nikah ini dinilai memiliki hak seutuhnya atas kehidupan suaminya.

Di Mesir sendiri, seorang wanita yang menerima cincin logam dari seorang pria akan otomatis berubah status menjadi istri dari pria tersebut dan memiliki hak sepenuhnya atas suaminya. Di Timur Tengah sendiri, cincin pernikahan awalnya dibuat berbentuk menyerupai puzzle.

Bentuk cincin ini bukan hanya berfungsi sebagai desain namun juga sebagai salah satu trik untuk mengetahui apakah seorang istri setia atau tidak. Pasalnya, para istri yang tidak setia akan membuka cincinnya saat berselingkuh.

Jika ada seorang istri yang bentuk puzzle pada cincinnya rusak, maka dapat dipastikan bahwa istri tersebut tidak lagi setia kepada suaminya. Namun seiring berjalannya waktu, bentuk cincin nikah di Timur Tengah terus mengalami perubahan hingga fungsi penanda istri setia dan tidak setia ini tidak lagi berfungsi.

Jenis Bahan Cincin Nikah


Foto: V&Co Jewellery

Setelah mengetahui sejarah awal penggunaan cincin nikah, tentu kamu juga ingin mengetahui bahan-bahan yang digunakan di berbagai dunia sebagai bahan baku pembuatan cincin nikah. Di Indonesia sendiri, bahan cincin nikah biasanya terbuat dari emas, perak, atau berlian.

Di berbagai belahan dunia, ada berbagai jenis logam yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan cincin nikah sesuai dengan selera masyarakat masing-masing. Beberapa jenis logam yang sering digunakan sebagai cincin nikah diantaranya:

1. Emas

Emas menjadi salah satu jenis logam yang sering digunakan sebagai bahan baku perhiasan. Dengan berbagai jenis emas seperti emas putih dan emas kuning serta berbagai jenis kualitas seperti emas murni dan emas campuran, ada berbagai kalangan yang merasa puas saat memilih emas sebagai bahan baku cincin nikahnya.

2. Perak

Selain cincin nikah emas, bahan logam lainnya yang juga sering digunakan sebagai bahan baku cincin nikah adalah perak. Perak memiliki rate harga yang lebih rendah dari emas serta dinilai dapat digunakan oleh pria maupun wanita sehingga lebih fleksibel dibandingkan dengan bahan logam emas.

3. Tungsten Karbida

Banyak masyarakat yang masih merasa asing dengan bahan tungsten karbida sehingga bahan ini belum banyak dipilih sebagai bahan utama cincin nikah. Namun perlu kamu ketahui bahwa bahan logam yang satu ini memiliki berbagai kelebihan seperti tahan karat, tahan noda, dan tahan gores sehingga cincin nikahmu akan lebih tahan lama jika menggunakan tungsten karbida sebagai bahan utamanya.

4. Platinum

Selain perak, platinum menjadi jenis logam yang paling sering digunakan sebagai pengganti emas. Logam ini dinilai tidak mudah aus serta tidak mudah menyebabkan alergi sehingga sangat cocok digunakan oleh berbagai kalangan tanpa terkecuali.

5. Titanium

Jika kamu tidak ingin menggunakan logam mulia sebagai cincin pernikahan, mungkin kamu bisa mencoba titanium. Titanium memiliki tampilan yang menarik dengan daya tahan yang tinggi sehingga sangat tepat dipilih sebagai bahan baku pembuatan cincin nikah.

6. Palladium

Jenis bahan cincin nikah yang bisa digunakan secara bebas oleh kaum pria adalah palladium. Dengan harga yang sangat terjangkau, jenis logam ini memiliki tampilan yang mirip dengan emas putih dan platinum. Palladium juga dikenal tidak mudah menimbulkan alergi serta kualitas warnanya yang sulit pudar sehingga daya tahannya tidak perlu diragukan lagi.

Jenis-jenis logam tersebut dikenal memiliki tampilan yang beragam dan tentunya dibanderol dengan harga yang berbeda. Namun karena terdapat larangan penggunaan emas bagi pengantin pria beragama Islam, maka cincin pernikahan emas lebih sering digunakan oleh pengantin non muslim.

Beberapa kalangan pengantin muslim juga masih sering menggunakan emas sebagai bahan baku cincin nikah namun hanya menggunakannya untuk cincin nikah pengantin perempuan saja. Untuk cincin nikah pengantin pria muslim, jenis bahan lain seperti perak dan platinum lebih sering digunakan. Beberapa kalangan muslim yang ingin menggunakan cincin nikah dengan bahan yang sama biasanya akan lebih memilih jenis bahan lain seperti perak sebagai cincin nikahnya.

Selain perak, salah satu jenis bahan yang juga banyak digunakan sebagai bahan cincin nikah pria adalah palladium. Meski memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan perak, namun palladium dikenal memiliki kualitas yang sangat baik.

Daya tahan yang dimiliki cincin palladium juga bisa membuat kamu lebih lama menggunakan cincin ini. Cara merawat cincin palladium juga jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan cincin perak.

Cincin perak dan cincin palladium memiliki potensi untuk aus dengan warna yang memudar. Namun jika kamu menggunakan cincin palladium, kamu bisa dengan mudah mengembalikan warna tersebut seperti semula.

Kamu hanya perlu merendam cincin palladium dengan menggunakan air hangat selama beberapa waktu. Setelah menggunakan cara ini, maka kamu bisa mendapatkan kembali warna cincin seperti semula.

Kamu juga tetap bisa memilih desain sesuai dengan seleramu meski tidak menggunakan emas sebagai bahan utama cincin pernikahanmu. Kamu hanya perlu berkoordinasi dengan vendor yang membuat cincin nikahmu atau vendor tempat kamu memesan cincin nikah untuk mendapatkan desain cincin nikah favoritmu dan pasangan. 

Makna Cincin Nikah

Bagi beberapa kalangan, makna yang terkandung dalam sebuah prosesi atau sebuah hal memiliki peranan yang penting dalam kehidupannya. Begitu juga dengan makna yang terkandung dalam cincin nikah.

Ada banyak orang yang selalu ingin mengetahui makna apa yang sebenarnya terkandung dalam sebuah cincin pernikahan hingga banyak orang yang ingin menggunakannya. Ada beberapa makna cincin nikah yang sering menjadi alasan utama penggunaan cincin nikah. Makna-makna tersebut diantaranya :

  • Simbol persatuan cinta antara pria dan wanita
  • Simbol kepemilikan terhadap seseorang
  • Simbol pernikahan yang abadi
  • Simbol kekuatan cinta
  • Simbol cinta tanpa akhir
  • Simbol keselarasan jiwa

Makna-makna diatas diyakini sebagai hal yang memberikan pengaruh terhadap maraknya penggunaan cincin nikah saat ini. Ada beberapa kalangan yang menggunakan cincin nikah karena mempercayai makna-makna tersebut, namun ada juga yang menggunakan cincin nikah tanpa terpengaruh dengan makna-makna tersebut.

Makna yang berkaitan dengan cincin nikah juga ternyata bukan hanya makna mengenai bentuk cincin nikah itu sendiri. Cara menggunakan cincin pernikahan yang biasa digunakan di jari manis juga dinilai memiliki makna tersendiri.

Bangsa Romawi dan Mesir meyakini bahwa jari keempat tangan memiliki pembuluh darah yang langsung mengarah ke jantung. Hal ini menjadi dasar utama mengapa cincin nikah digunakan dalam jari manis yang merupakan jari keempat.

Menggunakan cincin nikah pada jari manis dinilai bisa menjadi salah satu cara agar perasaan cinta yang dirasakan kedua pasangan tersebut sampai ke hati masing-masing. Namun pemahaman ini sebenarnya telah ditepis oleh beberapa ahli medis yang menyatakan pembuluh darah pada jari manis tidak langsung terhubung dengan jantung.

Meski hal ini sudah dibantah oleh dunia medis, namun masyarakat sudah terlanjur menerima kebiasaan penggunaan cincin di jari manis ini sebagai suatu keyakinan yang valid. Hingga saat ini masyarakat dari berbagai belahan dunia biasa menggunakan cincin pernikahan di jari manisnya.

Setelah beberapa pembahasan diatas, kamu tentu sudah dapat mengetahui bahwa terdapat beberapa jenis cincin nikah yang bisa digunakan tergantung pada selera yang kamu miliki. Kamu juga bisa memilih cincin nikah sesuai dengan budget yang kamu miliki.

Jika kamu memiliki budget yang sangat minim, kamu bisa membeli cincin nikah dengan gramasi yang kecil dan desain yang simple. Dengan memilih cincin yang sederhana, kamu bisa tetap memiliki cincin pernikahan tanpa mengurangi maknanya sedikitpun.

Namun jika kamu memiliki budget yang tinggi, kamu juga bisa memilih cincin nikah dengan desain yang elegan hingga desain yang mewah sesuai dengan selera yang kamu miliki. Kamu juga bisa memesan desain cincin nikah secara khusus agar cincin nikahmu beda dari cincin nikah yang dimiliki pasangan lain.

Hukum Cincin Pernikahan

Saat melaksanakan sebuah pernikahan, banyak masyarakat yang juga mempertimbangkan prosesi pernikahan dengan ajaran agama yang di ikutinya. Hal ini juga berlaku untuk prosesi penggunaan cincin nikah.

Dalam agama Islam, segala hal telah diatur dengan sangat baik termasuk dengan aturan mengenai penggunaan cincin nikah. Tidak ada aturan baku yang menyebutkan dengan jelas apakah cincin nikah diperbolehkan atau tidak.

Namun ada berbagai keterangan yang menjelaskan mengenai hukum penggunaan cincin atau perhiasan secara keseluruhan. Dalam keterangan-keterangan tersebut jelas disebutkan bahwa wanita diperbolehkan untuk menggunakan perhiasan yang terbuat dari logam apapun termasuk emas.

Hal ini berbeda dengan hukum penggunaan untuk pria. Dalam agama Islam, pria tidak diperbolehkan menggunakan perhiasan yang terbuat dari emas. Namun tidak ada larangan bagi pria untuk menggunakan cincin pernikahan secara umum.

Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya pengantin pria dan wanita bisa menggunakan cincin pernikahan terlepas dari agama apapun yang dimilikinya. Namun sekali lagi, aturan hukum agama Islam yang berlaku mengharuskan pengantin pria untuk memilih bahan logam lain selain emas sebagai bahan utama cincin nikahnya. Penggunaan cincin nikah juga tidak diatur dalam hukum yang berlaku di tata negara sehingga masyarakat bisa dengan bebas memilih cincin nikah sesuai dengan seleranya masing-masing.


Itulah beberapa informasi seputar cinicn nikah yang bisa menjadi informasi terutama bagi kamu yang sedang mempersiapkan pernikahan. Cincin nikah sendiri pada dasarnya merupakan simbol cinta suami istri dan tidak bersifat wajib, sehingga kamu bebas untuk menentukan apakah akan menggunakan cincin nikah atau tidak.

Cincin nikah sendiri pada awalnya hanya diberikan oleh pihak pengantin pria kepada pengantin wanita. Namun saat ini mayoritas masyarakat mengenal tradisi pemberian cincin nikah ini dengan istilah tukar cincin sehingga prosesi yang dilakukan bukan hanya pemberian cincin dari pengantin pria kepada pengantin wanita namun juga terjadi sebaliknya.

Tradisi tukar cincin ini juga sering dilakukan pada prosesi tunangan atau lamaran sebagai salah satu simbol kesetiaan dan ikatan cinta antara kedua calon pengantin. Namun tentu cincin yang digunakan dalam prosesi lamaran biasanya berbeda dengan cincin yang digunakan saat prosesi pernikahan.

Untuk memiliki cincin nikah yang sesuai dengan seleramu, kamu bisa berkoordinasi dengan pasanganmu untuk memilih bahan dan desain cincin yang ada. Kamu bisa menyesuaikan budget yang dimiliki dengan desan dan bahan cincin agar cincin nikahmu benar-benar menjadi simbol cinta dan tidak memberatkan.

Memastikan cincin pernikahan yang digunakan sesuai dengan selera dan kemampuanmu bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menyempurnakan makna dari cincin nikah itu sendiri. Untuk itu, kamu yang sedang memilih cincin nikah, pastikan mendapatkannya hanya dari vendor terbaik dan berpengalaman.

Temukan vendor perhiasan, cincin nikah. cincin tunangan, mas kawin dan lainnya di WeddingMarket. Klik di sini


Artikel Terkait



Vendor Untuk Pernikahan terbaik di WeddingMarket